“TUGAS CRITICAL JOURNAL REVIEW”
NAMA : ANNISA BAHAGIA
JURUSAN/SEM : ILMU PERPUSTAKAAN. /IV-B
NIM : 0601171017
MATA
KULIAH : SUMBER INFORMASI SOSIAL DAN
HUMANIORA
Identitas Jurnal :
Judul Artikel: Survey Of Digital Information Literacy
(DIL) Among Academic Library and Information Professional.
Judul Jurnal: Digital Library Perspective, Vol. 33 Issue:
2, pp. 166-188
Penulis : Essam
Mansour
Tahun terbit: 2017
Sumber database: www.emeraldinsight.com
Tanggal
akses: 17-Mei-2019
PENDAHULUAN
Masyarakat informasi adalah sebuah istilah
yang mulai muncul di era 80-an, dimana negara-negara maju mulai meninggalkan
konsep masyarakat industri sebagai akibat dari revolusi industri dan bergerak
menuju konsep masyarakat baru yang disebut dengan masyarakat informasi.
Penggunaan Internet, Teknologi informasi dan
komunikasi merupakan cara mudah mendapatkan informasi tanpa langsung ke
lapangan, dengan teknologi yang ada kita dapat mengetahui informasi baik dari
dalam maupun luar negeri. Literasi informasi dijadikan sebagai kebutuhan
primer, yang diwajibkan untuk mengetahui segala informasi yang terjadi saat
ini. Perpustakaan tentu saja memiliki peran yang penting dalam literasi
informasi segala jenis informasi dapat diketahui di perpustakaan karena,
perpustakaan menyimpan segala informasi yang ada mengenai teknologi maupun
informasi atau dapat disebut bahwa perpustakaan merupakan gedung penyimpan
berbagai macam informasi.
RINGKASAN JURNAL/ HASIL PENELITIAN
Jurnal ini menjelaskan tentang perpustakaan
yang berada di Qena, Mesir. South Valley University (SVU) yang melakukan
program DIL (Digital Information Literacy), dimana
memungkinkan bahwa penggunanya sudah mengetahui tentang informasi melalui
digital (teknologi), perpustakaan ini sangat bagus dijadikan sebagai contoh
dalam melakukan penelitian terkait literasi informasi berbasis digital.
DIL (Digital Information Literacy atau
Literasi Informasi Digital) didefiniskan sebagai seperangkat pemahaman dan
keterampilan untuk menangani dan mengkomunikasikan informasi dan pengetahuan
secara efektif dalam berbagai media dan format. Dalam melakukan DIL ini
Pustakawan harus professional dengan melalui pendidikan formal seperti,
mempelajari katalog, klasifikasi, pengindeksan dan layanan referensi, tidak
hanya itu keterampilan dan kompetensi pun sangat dibutuhkan pustakawan.
Pustakawan yang memiliki keterampilan dibidang komputer akan menjadi sangat
baik dalam melakukan pekerjaan nya. Maka dari itu, Pustakawan harus mampu
memahami teknologi, komputer dan sistem yang didalam serta kemampuan dalam
mengaplikasikan sistem-sistem tersebut.
KELEBIHAN JURNAL
Melakukan penelitian dengan menggunakan
kuesioner yang mana penelitian terhadap responden (Pengguna/Pemustaka),
Profil professional (Pustakawan), Pengetahuan responden mengenai jenis
komputer, Menggunakan perangkat keras dan lunak dan kecakapan berbasis web,
Pengetahuan dan keterampilan berbasis responden, Kendala DIL yang diperoleh
oleh responden, dan terakhir tentunya para responden diperbolehkan untuk
memberikan komentar atau ide. Yang mana dilakukan penelitian di South
Valley University (SVU) dikarenakan, SVU sudah menjalankan program
tersebut.
Melakukan perhitungan dan menganalisis
perhitungan populasi antara perpustakaan dan informasi disertai analisa,
Hitungan frekuensi, presentase, dan rata-rata presentase tersebut.
KELEMAHAN JURNAL
Dalam proses perhitungan tidak begitu mudah
pastinya, harus benar-benar teliti agar tidak terjadinya kesalahan, Kelemahan
jurnal ini ada pada perhitungan dikarenakan perhitungan membuat sedikit rumit
didalam jurnal, tetapi jurnal ini sudah menjelaskan secara rinci mengenai
perhitungan kuesioner dan hal itulah membuat pembaca akan mudah mengerti
bagaimana perhitungan populasi antara perpustakaan dan informasi juga
sebaliknya diperbanyak jurnal yang membahas tentang perhitungan kuesioner
tersebut.
POIN-POIN PENTING DARI
JURNAL
Jurnal ini bertujuan untuk mengeksplorasi DIL
yang dimiliki oleh perpustakaan dan professional informasi yang demografi,
menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga dari mereka adalah laki-laki, dan
hampir sepertiga darinya perempuan. Mayoritas berusia antara 26 dan 40 tahun,
dan sebagian besar dari mereka memiliki gelar sarjana. Hampir dua pertiga
professional perpustakaan SVU memiliki gelar di bidang ilmu perpustakaan,
mayoritas adalah pustakawan.
Pustakawan diharapkan memiliki keterampilan
dalam mengolah kata, yang mana ahli dalam menggunakan Web Dewey, Publik
online, Katalog akses dan catatan MARC. Pustakawan setidaknya mempunyai latihan
khusus keterampilan yang berhubungan dengan komputer sehingga tidak bingung
dalam mengerjakan tugasnya. Dan Pustakawan tentunya harus memiliki keterampilan
dan kompetensi mengenai digital information literacy agar
perpustakaan semakin canggih dalam mengaplikasikan informasi yang ada.
KESIMPULAN
Jurnal ini mengeksplorasi Digital
Information Literacy (DIL) yang dimiliki oleh perpustakaan dan
informasi, yang mana memuat Digital, Informasi dan Melek
huruf. Teknologi sangat berpengaruh dalam perkembangan perpustakaan
untuk itu pustakawan harus memiliki keterampilan dan kompetensi dibidang
teknologi terutama berhubungan dengan sumber daya perpustakaan dan
multimedia. Dan didalamnya Menjelaskan bahwa pustakawan harus Melek huruf,
Melek digital, Melek teknologi (komputer), Mengetahui Hardware,
Berkomunikasi, dan tentunya Mengetahui perkembangan sosial Media (Internet).
SARAN
Sebaiknya para pustakawan sadar akan
melaksanakan DIL (Digital Information Literacy) di perpustakaan
yang dikelolanya agar perpustakaan tersebut tidak ketinggalan dengan
perpustakaan yang sudah melaksanakan DIL tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Essam Mansour. (2017). Survey Of
Digital Information Literacy (DIL) Among Academic Library and Information
Professional, Vol. 33 Issue: 2, pp. 166-188. https://www.emeraldinsight.com/doi/abs/10.1108/DLP-07-2016-0022