NAMA : ANNISA BAHAGIA
NIM : 0601171017
1.
KOLEKSI BAHAN CETAK
· Pengertian koleksi
Cetak
Menurut UU RI No. 4 Tahun 1990 Pasal 1 Koleksi cetak adalah semua jenis
terbitan dari setiap karya intelektual dan atau artistik yang dicetak dan
digandakan dalam bentuk buku, majalah, surat kabar, peta, brosur dan sejenisnya
yang diperuntukkan untuk umum.
· Jenis – Jenis Koleksi
Cetak
Secara garis besar berbagai jenis koleksi bahan pustaka, hasil karya
pikiran manusia yang dituangkan kedalam berbagai jenis media, yaitu:
1)
Buku
Buku adalah susunan atau kumpulan/gabungan kertas-kertas
dalam ukuran tertentu yang salah satu fungsinya sebagai bentuk penyimpanan
data, informasi, pengetahuan, dan sebagainya bahkan sejarah dari suatu bangsa,
serta sebagai sumber referensi yang dibutuhkan banyak kalangan maupun tingkatan
masyarakat. Buku dapat juga berfungsi sebagai salah satu sarana komunikasi
(dalam arti luas baik langsung maupun tak langsung) yang banyak digunkan
berbagai kalangann maupun tingkatan masyarakat.
Berbeda halnya dengan definisi buku menurut UNESCO (United Nation Educational Scientific and
Cultural Organization) sebuah badan dibawah PBB. UNESCO menyatakan bahwa
sebuah buku harus memiliki jumlah halmana sekurang-kurangnya 48 halaman tidak
termasuk kulit dan halaman judulnya.
2)
Terbitan berseri
Bahan pustaka yang direncankan untuk diterbitkan secara
terus-menerus dengan jangka waktu terbit tertentu disebut sebagai terbitan
berseri. Yang termasuk dalam bahan pustaka ini adalah harian (surat kabar),
majalah (mingguan, bulanan, dan lainnya), laporan yang terbit dalam jangka
waktu tertentu, seperti laporan tahunan, tri wulan dan sebagainya.
2.
KOLEKSI BAHAN NON
CETAK
· Pengertian Koleksi
bahan non cetak
Koleksi bahan non cetak adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan
tidak dalam bentuk cetak seperti buku atau majalah melainkan dalam bentuk lain
seperti rekaman suara, rekaman video, rekaman gambar dan sebagainya. Istilah lain
yang dipakai untuk bahan pustaka ini adalah bahan non buku, ataupun bahan
pandang dengar.
· Jenis – jenis koleksi
bahan non cetak
Yang termasuk dalam
jenis bahan pustaka ini adalah:
1)
Rekaman suara
Rekaman suara yaitu bahan
pustaka dalam bentuk pita dan piringan hitam. Sebagai contoh untuk koleksi
perpustakaan adalah buku pelajaran bahasa inggris yang dikombinasikan dengan
pita kaset;
2)
Gambar hidup dan
rekaman video
Yang termasuk dalam bentuk ini
adalah film, video, mikro dan kaset video. Kegunaannya selain bersifat rekreasi
juga dipakai untuk pendidikan, misalnya untuk pendidikan pemakai, dalam hal ini
bagaimana cara menggunakan perpustakaan.
Mikro adalah suatau istilah
yang digunakan untuk menunjukkan semua bahan pustaka yang menggunakan media
film dan tidak dapat dibaca dengan mata biasa melainkan harus memakai alat yang
dinamakan microreader. Ada tiga macam
bentuk mikro yang sering menjadi koleksi perpustakaan yaitu:
1. Mikrofilm, bentuk mikro dalam gulungan film. Ada beberapa
ukuran film yaitu 16 mm, dan 35 mm;
2. Mikrofis, bentuk mikro dalam lembaran film dengan ukuran
105 mm x 148 mm (standar) dan 75 mm x 125 mm;
3. Microopaque, bentuk mikro dimana informasinya dicetak
kedalam kertas yang mengkilat tidak tembus cahaya, ukuran sebesar mikrofis.
3)
Bahan Grafika
Ada dua tipe bahan grafika
yaitu bahan pustaka yang dapat dilihat langsung (misalnya lukisan, bagan, foto,
gambar, teknik dan sebagainya) dan yang harus dilihat dengan bantuan alat
(misalnya selid, transparansi (OHP/OHT) dan filmstrip).
4)
Bahan Kartografi
Yang termasuk kedalam jenis ini
adalah peta, atlas, bola dunia, foto udara dan sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA
Almah, H. (2012). Pemilihan dan
pengembangan koleksi perpustakaan perguruan tinggi. Makasar: Alaudding
University Press.
Hasugian, Jonner. (2009) Dasar-dasar
ilmu perpustakaan dan informasi. Medan: USU Press
Yulia, Yuyu. (1993). Pengadaan
Bahan perpustakaan. Jakarta: Universitas Terbuka.