Kamis, 30 Mei 2019

CRITICAL JOURNAL REVIEW



“TUGAS CRITICAL JOURNAL REVIEW”

NAMA                      : ANNISA BAHAGIA
JURUSAN/SEM : ILMU PERPUSTAKAAN.  /IV-B
NIM                           : 0601171017
MATA KULIAH    : SUMBER INFORMASI SOSIAL DAN HUMANIORA


Identitas Jurnal :
Judul Artikel: Survey Of Digital Information Literacy (DIL) Among Academic Library and Information Professional.
Judul Jurnal:          Digital Library Perspective, Vol. 33 Issue: 2, pp. 166-188
Penulis :                Essam Mansour
Tahun terbit:        2017
Sumber database:   www.emeraldinsight.com
Tanggal akses:      17-Mei-2019

PENDAHULUAN 
Masyarakat informasi adalah sebuah istilah yang mulai muncul di era 80-an, dimana negara-negara maju mulai meninggalkan konsep masyarakat industri sebagai akibat dari revolusi industri dan bergerak menuju konsep masyarakat baru yang disebut dengan masyarakat informasi.
Penggunaan Internet, Teknologi informasi dan komunikasi merupakan cara mudah mendapatkan informasi tanpa langsung ke lapangan, dengan teknologi yang ada kita dapat mengetahui informasi baik dari dalam maupun luar negeri. Literasi informasi dijadikan sebagai kebutuhan primer, yang diwajibkan untuk mengetahui segala informasi yang terjadi saat ini. Perpustakaan tentu saja memiliki peran yang penting dalam literasi informasi segala jenis informasi dapat diketahui di perpustakaan karena, perpustakaan menyimpan segala informasi yang ada mengenai teknologi maupun informasi atau dapat disebut bahwa perpustakaan merupakan gedung penyimpan berbagai macam informasi.

RINGKASAN JURNAL/ HASIL PENELITIAN
Jurnal ini menjelaskan tentang perpustakaan yang berada di Qena, Mesir. South Valley University (SVU) yang melakukan program DIL (Digital Information Literacy), dimana memungkinkan bahwa penggunanya sudah mengetahui tentang informasi melalui digital (teknologi), perpustakaan ini sangat bagus dijadikan sebagai contoh dalam melakukan penelitian terkait literasi informasi berbasis digital.
DIL (Digital Information Literacy atau Literasi Informasi Digital) didefiniskan sebagai seperangkat pemahaman dan keterampilan untuk menangani dan mengkomunikasikan informasi dan pengetahuan secara efektif dalam berbagai media dan format. Dalam melakukan DIL ini Pustakawan harus professional dengan melalui pendidikan formal seperti, mempelajari katalog, klasifikasi, pengindeksan dan layanan referensi, tidak hanya itu keterampilan dan kompetensi pun sangat dibutuhkan pustakawan. Pustakawan yang memiliki keterampilan dibidang komputer akan menjadi sangat baik dalam melakukan pekerjaan nya. Maka dari itu, Pustakawan harus mampu memahami teknologi, komputer dan sistem yang didalam serta kemampuan dalam mengaplikasikan sistem-sistem tersebut.

KELEBIHAN JURNAL
Melakukan penelitian dengan menggunakan kuesioner yang mana  penelitian terhadap responden (Pengguna/Pemustaka), Profil professional (Pustakawan), Pengetahuan responden mengenai jenis komputer, Menggunakan perangkat keras dan lunak dan kecakapan berbasis web, Pengetahuan dan keterampilan berbasis responden, Kendala DIL yang diperoleh oleh responden, dan terakhir tentunya para responden diperbolehkan untuk memberikan komentar atau ide. Yang mana dilakukan penelitian di South Valley University (SVU) dikarenakan, SVU sudah menjalankan program tersebut.
Melakukan perhitungan dan menganalisis perhitungan populasi antara perpustakaan dan informasi disertai analisa, Hitungan frekuensi, presentase, dan rata-rata presentase tersebut.

KELEMAHAN JURNAL
Dalam proses perhitungan tidak begitu mudah pastinya, harus benar-benar teliti agar tidak terjadinya kesalahan, Kelemahan jurnal ini ada pada perhitungan dikarenakan perhitungan membuat sedikit rumit didalam jurnal, tetapi jurnal ini sudah menjelaskan secara rinci mengenai perhitungan kuesioner dan hal itulah membuat pembaca akan mudah mengerti bagaimana perhitungan populasi antara perpustakaan dan informasi juga sebaliknya diperbanyak jurnal yang membahas tentang perhitungan kuesioner tersebut.

POIN-POIN PENTING DARI JURNAL
Jurnal ini bertujuan untuk mengeksplorasi DIL yang dimiliki oleh perpustakaan dan professional informasi yang demografi, menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga dari mereka adalah laki-laki, dan hampir sepertiga darinya perempuan. Mayoritas berusia antara 26 dan 40 tahun, dan sebagian besar dari mereka memiliki gelar sarjana. Hampir dua pertiga professional perpustakaan SVU memiliki gelar di bidang ilmu perpustakaan, mayoritas adalah pustakawan.
Pustakawan diharapkan memiliki keterampilan dalam mengolah kata, yang mana ahli dalam menggunakan Web Dewey, Publik online, Katalog akses dan catatan MARC. Pustakawan setidaknya mempunyai latihan khusus keterampilan yang berhubungan dengan komputer sehingga tidak bingung dalam mengerjakan tugasnya. Dan Pustakawan tentunya harus memiliki keterampilan dan kompetensi mengenai digital information literacy agar perpustakaan semakin canggih dalam mengaplikasikan informasi yang ada.

KESIMPULAN
Jurnal ini mengeksplorasi Digital Information Literacy (DIL) yang dimiliki oleh perpustakaan dan informasi, yang mana memuat Digital, Informasi dan Melek huruf.  Teknologi sangat berpengaruh dalam perkembangan perpustakaan untuk itu pustakawan harus memiliki keterampilan dan kompetensi dibidang teknologi terutama berhubungan dengan sumber daya perpustakaan dan multimedia. Dan didalamnya Menjelaskan bahwa pustakawan harus Melek huruf, Melek digital, Melek teknologi (komputer), Mengetahui Hardware, Berkomunikasi, dan tentunya Mengetahui perkembangan sosial Media (Internet).

SARAN
Sebaiknya para pustakawan sadar akan melaksanakan DIL (Digital Information Literacy) di perpustakaan yang dikelolanya agar perpustakaan tersebut tidak ketinggalan dengan perpustakaan yang sudah melaksanakan DIL tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Essam Mansour. (2017). Survey Of Digital Information Literacy (DIL) Among Academic Library and Information Professional, Vol. 33 Issue: 2, pp. 166-188. https://www.emeraldinsight.com/doi/abs/10.1108/DLP-07-2016-0022




9 komentar: