Nama : Annisa Bahagia
Nim :
0601171017
Jurusan/Semester :
Ilmu Perpustakaan/ IV
Mata kuliah :
Layanan Sirkulasi
LAYANAN SIRKULASI
PENDAHULUAN
Perpustakaan merupakan pintu gerbang pengetahuan, menyediakan kebutuhan
dasar bagi pembelajaran sepanjang hayat, serta pengembangan kebebasan dan
budaya, baik bagi individu maupun kelompok. Setiap perpustakaan, baik kecil
maupun besar perlu diatur dengan suatu sistem agar dapat memberi pelayanan yang
baik kepada masyarakat penggunanya. Setiap orang mengharapkan pelayanan yang
baik, demikian pula pemakai perpustakaan.
Pelayanan dikatakan baik apabila dapat dilakukan dengan:
·
Cepat, Artinya untuk memperoleh layanan, orang tidak
perlu menunggu terlalu lama.
·
Tepat Waktu, Artinya orang dapat memperoleh kebutuhannya
tepat pada waktunya.
· Benar, Artinya pelayanan membantu memperoleh sesuatu
sesuai dengan yang dibutuhkan.
PEMBAHASAN
Layanan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Berarti, Perihal atau
cara melayani dan membantu menyiapkan apa yang diperlukan seseorang. Layanan
perpustakaan adalah suatu upaya yang dilakukan oleh pustakawan agar bahan-bahan
pustaka dapat dimanfaatkan dan diperdayagunakan dengan optimal oleh para
pemustaka perpustakaan.
Layanan sirkulasi merupakan tempat masuk dan keluarnya bahan perpustakaan.
Pada bagian inilah yang mendominasi semua kegiatan yang terdapat pada
perpustakaan. Layanan sirkulasi berperan langsung sebagai sarana peminjaman,
pengembalian, perpanjangan serta merupakan ujung tombak dari jasa perpustakaan
karena kegiatannya menyeluruh dalam proses pemenuhan kebutuhan pengguna.
Kata sirkulasi berasal dari bahasa inggris “Circulation” yang berarti perputaran, peredaran seperti pada
Sirkulasi Udara, Sirkulasi Uang dan sebagainya. Sedangkan dalam Ilmu
Perpustakan, Sirkulasi sering dikenal dengan peminjaman namun demikian
pengertian pelayanan sirkulasi sebenarnya adalah mencakup semua bentuk kegiatan
pencatatan yang berkaitan dengan pemanfaatan, penggunaan koleksi perpustakaan
dengan tepat guna dan tepat waktu untuk kepentingan pengguna jasa Perpustakaan. Adapun Tujuan dari pelayanan sirkulasi menurut Sjahrial-Pamuntjak (2000 :
99) antara lain:
1. Supaya mereka mampu memanfaatkan koleksi tersebut
semaksimal mungkin;
2. Mudah untuk mengetahui siapa yang meminjam koleksi
tersebut, dimana alamatnya serta kapan koleksi itu harus kembali. Dengan
demikian apabila koleksi itu diperlukan peminat lain maka akan segera dapat
diketahui alamat sipeminjam atau dinantikan pada waktu pengembalian;
3. Terjaminnya pengembalian pinjaman dalam waktu yang jelas,
dengan demikian keadaan pustaka akan terjaga;
4. Diperoleh data kegiatan perpustakaan terutama yang
berkaitan dengan pemanfaatan koleksi;
5. Apabila terjadi pelanggaran segera diketahui.
Agar perpustakaan dapat memainkan perannya dengan baik dan berguna, maka
dari itu perpustakaan harus didukung oleh sarana, prasarana serta tenaga kerja
pengelola yang handal. Untuk itu pustakawan pada bagian sirkulasi sangat
berpengaruh terhadap citra suatu perpustakaan, Mengingat pentingnya layanan
sirkulasi maka dalam pemberian pelayanan harus memuaskan. Hal ini bisa
ditunjang oleh pustakawan yang handal serta sistem pelayanan yang bagus.
Agar layanan sirkulasi dapat dilakukan dengan baik, maka perlu suatu sistem
layanan yang jelas. Adapun Dua sistem layanan pengguna Yaitu :
1)
Sistem Layanan Terbuka (Open Access)
Sistem layanan terbuka
memberikan kebebasan kepada pengguna perpustakaan memilih dan mengambil sendiri
bahan pustaka yang dikehendakinya dari ruang koleksi.
Keuntungan
yang diperoleh dari
sistem layanan terbuka adalah:
a. Kartu
katalog tidak segera rusak, karena sedikit yang menggunakanya;
b. Menghemat
tenaga;
c. Judul-judul
buku yang diketahui lebih banyak;
d. Akan
segera diketahui judul buku yang dipinjam, nama dan alamat peminjam;
e. Apabila
calon peminjam tidak menemukan buku tertentu yang dicari maka saat itu pula
dapat memilih judul buku yang relevan;
f. Kecil
sekali kemungkinan terjadi salah paham.
Kerugian
atau kelemahan dari sistem layanan terbuka adalah :
a. Frekuensi kerusakan lebih besar;
b. Memerlukan
ruangan yang lebih luas;
c. Susunan
buku menjadi tidak teratur;
d. Pengguna
yang pertama kali datang keperpustakaan itu sering bingung.
2) Sistem Layanan Tertutup (Close Access)
Pada
sistem pelayanan tertutup ini setiap penggunjung harus mengetahui dahulu dengan
jelas pengarang atau judul buku subjek yang diinginkan kemudian meminta petugas
perpustakaan mencarikannya keruang koleksi. Dalam sistem ini, pengguna harus
menggunakan katalog yang disediakan untuk memilih pustaka yang diperlukanya.
Keuntungan
menggunakan sistem layanan tertutup adalah:
a. Susunan
koleksi akan tetap rapi;
b. Terjadinya
kehilangan dan kerusakan bahan pustaka
dapat diperkecil;
c. Ruangan
perpustakaan yang disediakan tidak perlu luas;
d. Untuk
koleksi yang sangat rentan terhadap kerusakan maka sistem ini sangat sesuai.
Kerugian
menggunakan sistem layanan tertutup:
a. Dalam
menemukan bahan pustaka pengguna hanya dapat mengetahui ciri-ciri kepengarangan
dan ciri-ciri fisik bahan pustaka yaitu judul, pengarang, ukuran buku dan
jumlah halaman;
b. Judul
buku yang dipilih melalui katalog kartu maupun online tidak selalu
menggunakan buku yang dimaksud;
c. Pengguna
tidak dapat melakukan browsing dijajaran rak;
d. Jika
peminjam banyak, dan tugas perpustakaan relatif terbatas hal ini membutuhkan waktu dan
tenaga yang cukup banyak, sehingga pemakai harus menunggu lebih lama.
DAFTAR PUSTAKA
Udah loh udah bisa. Nih kukomen
BalasHapusHehehe
HapusUdahhh bisaalahh yaa kan wonu😅
BalasHapusDitunggu artikel kpop n kdrama nyaaaa😆😆😆👍👍👍
BalasHapusGoo aigooooo lanjutkan 💅
BalasHapus