Kamis, 04 April 2019

Layanan Sirkulasi



Nama                           : Annisa Bahagia
Nim                             : 0601171017
Jurusan/Semester         : Ilmu Perpustakaan/ IV
Mata kuliah                 : Layanan Sirkulasi


LAYANAN SIRKULASI
PENDAHULUAN
Perpustakaan merupakan pintu gerbang pengetahuan, menyediakan kebutuhan dasar bagi pembelajaran sepanjang hayat, serta pengembangan kebebasan dan budaya, baik bagi individu maupun kelompok. Setiap perpustakaan, baik kecil maupun besar perlu diatur dengan suatu sistem agar dapat memberi pelayanan yang baik kepada masyarakat penggunanya. Setiap orang mengharapkan pelayanan yang baik, demikian pula pemakai perpustakaan.
Pelayanan dikatakan baik apabila dapat dilakukan dengan:
·         Cepat, Artinya untuk memperoleh layanan, orang tidak perlu menunggu terlalu lama.
·         Tepat Waktu, Artinya orang dapat memperoleh kebutuhannya tepat pada waktunya.
·       Benar, Artinya pelayanan membantu memperoleh sesuatu sesuai dengan yang dibutuhkan.

PEMBAHASAN
Layanan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Berarti, Perihal atau cara melayani dan membantu menyiapkan apa yang diperlukan seseorang. Layanan perpustakaan adalah suatu upaya yang dilakukan oleh pustakawan agar bahan-bahan pustaka dapat dimanfaatkan dan diperdayagunakan dengan optimal oleh para pemustaka perpustakaan.
Layanan sirkulasi merupakan tempat masuk dan keluarnya bahan perpustakaan. Pada bagian inilah yang mendominasi semua kegiatan yang terdapat pada perpustakaan. Layanan sirkulasi berperan langsung sebagai sarana peminjaman, pengembalian, perpanjangan serta merupakan ujung tombak dari jasa perpustakaan karena kegiatannya menyeluruh dalam proses pemenuhan kebutuhan pengguna.
Kata sirkulasi berasal dari bahasa inggris “Circulation” yang berarti perputaran, peredaran seperti pada Sirkulasi Udara, Sirkulasi Uang dan sebagainya. Sedangkan dalam Ilmu Perpustakan, Sirkulasi sering dikenal dengan peminjaman namun demikian pengertian pelayanan sirkulasi sebenarnya adalah mencakup semua bentuk kegiatan pencatatan yang berkaitan dengan pemanfaatan, penggunaan koleksi perpustakaan dengan tepat guna dan tepat waktu untuk kepentingan pengguna jasa Perpustakaan. Adapun Tujuan dari pelayanan sirkulasi menurut Sjahrial-Pamuntjak (2000 : 99) antara lain:
1.    Supaya mereka mampu memanfaatkan koleksi tersebut semaksimal mungkin;
2.   Mudah untuk mengetahui siapa yang meminjam koleksi tersebut, dimana alamatnya serta kapan koleksi itu harus kembali. Dengan demikian apabila koleksi itu diperlukan peminat lain maka akan segera dapat diketahui alamat sipeminjam atau dinantikan pada waktu pengembalian;
3.  Terjaminnya pengembalian pinjaman dalam waktu yang jelas, dengan demikian keadaan pustaka akan terjaga;
4.  Diperoleh data kegiatan perpustakaan terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan koleksi;
5.    Apabila terjadi pelanggaran segera diketahui.

Agar perpustakaan dapat memainkan perannya dengan baik dan berguna, maka dari itu perpustakaan harus didukung oleh sarana, prasarana serta tenaga kerja pengelola yang handal. Untuk itu pustakawan pada bagian sirkulasi sangat berpengaruh terhadap citra suatu perpustakaan, Mengingat pentingnya layanan sirkulasi maka dalam pemberian pelayanan harus memuaskan. Hal ini bisa ditunjang oleh pustakawan yang handal serta sistem pelayanan yang bagus.

Agar layanan sirkulasi dapat dilakukan dengan baik, maka perlu suatu sistem layanan yang jelas. Adapun Dua sistem layanan pengguna Yaitu :
1)      Sistem Layanan Terbuka (Open Access)
Sistem layanan terbuka memberikan kebebasan kepada pengguna perpustakaan memilih dan mengambil sendiri bahan pustaka yang dikehendakinya dari ruang koleksi.

Keuntungan yang diperoleh dari sistem layanan terbuka adalah:
a.       Kartu katalog tidak segera rusak, karena sedikit yang menggunakanya;
b.      Menghemat tenaga;
c.       Judul-judul buku yang diketahui lebih banyak;
d.      Akan segera diketahui judul buku yang dipinjam, nama dan alamat peminjam;
e.       Apabila calon peminjam tidak menemukan buku tertentu yang dicari maka saat itu pula dapat memilih judul buku yang relevan;
f.       Kecil sekali kemungkinan terjadi salah paham.

Kerugian atau kelemahan dari sistem layanan terbuka adalah :
a.       Frekuensi kerusakan lebih besar;
b.      Memerlukan ruangan yang lebih luas;
c.       Susunan buku menjadi tidak teratur;
d.      Pengguna yang pertama kali datang keperpustakaan itu sering bingung.

2)      Sistem Layanan Tertutup (Close Access)
Pada sistem pelayanan tertutup ini setiap penggunjung harus mengetahui dahulu dengan jelas pengarang atau judul buku subjek yang diinginkan kemudian meminta petugas perpustakaan mencarikannya keruang koleksi. Dalam sistem ini, pengguna harus menggunakan katalog yang disediakan untuk memilih pustaka yang diperlukanya.

Keuntungan menggunakan sistem layanan tertutup adalah:
a.    Susunan koleksi akan tetap rapi;
b.   Terjadinya kehilangan dan kerusakan bahan pustaka dapat diperkecil;
c.    Ruangan perpustakaan yang disediakan tidak perlu luas;
d.  Untuk koleksi yang sangat rentan terhadap kerusakan maka sistem ini sangat sesuai.

Kerugian menggunakan sistem layanan tertutup:
a. Dalam menemukan bahan pustaka pengguna hanya dapat mengetahui ciri-ciri kepengarangan dan ciri-ciri fisik bahan pustaka yaitu judul, pengarang, ukuran buku dan jumlah halaman;
b. Judul buku yang dipilih melalui katalog kartu maupun online tidak selalu menggunakan buku yang dimaksud;
c.     Pengguna tidak dapat melakukan browsing dijajaran rak;
d.   Jika peminjam banyak, dan tugas perpustakaan relatif terbatas hal ini membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup banyak, sehingga pemakai harus menunggu lebih lama.

DAFTAR PUSTAKA


5 komentar: