Kamis, 04 April 2019

Sumber Informasi Sosial dan Humaniora



NAMA                        : ANNISA BAHAGIA
NIM                            : 0601171017
SEM/JUR                : IV/ILMU PERPUSTAKAAN
MATA KULIAH       : SUMBER INFORMASI SOSIAL DAN HUMANIORA

SUMBER INFORMASI SOSIAL DAN HUMANIORA

Ilmu perpustakaan dan Informasi
Sulistyo Basuki (1993) Menyatakan perbedaan diantara ilmu perpustakaan dan ilmu informasi terletak pada sejarah, objek, misi dan pengembangan teori serta metode yang digunakannya. Ilmu perpustakaan lebih menekankan kepada pengelolaan dokumen, sedangkan ilmu informasi lebih menekankan pada informasi yang terdapat dalam dokumen. Sebagai contoh dalam pengelolaan dokumen jurnal/majalah, perpustakaan lebih konsen pada pengelolaan fisik jurnal/majalah dimana akan dicatat, judul, penerbit, ISSN, kala terbit, nomor dan sebagainya. Sedangkan, ilmu Informasi akan menekankan pada informasi yang terdapat pada majalah tersebut.
Dalam Undang-Undang No.43 Tahun 2007 tentang perpustakaan Bab I pasal 1 dinyatakan bahwa Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara professional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.
Secara tradisional, perpustakaan sering disebut sebagai sebuah koleksi (kumpulan) buku dan majalah. Memang, pada awalnya koleksi perpustakaan semuanya berupa bahan tercetak atau berbasis kertas. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, dengan penemuan media lain selain buku yang dapat menyimpan atau merekam informasi, maka perpustakaan tidak lagi hanya mengelola buku (bahan tercetak) akan tetapi juga menyimpan dan menyediakan akses ke berbagai media penyimpanan informasi (dokumen) lainnya seperti : Mikrofilm, tape audio, CD, CD-ROM, disk, tape video, DVD dan sebagainya.

Sumber Informasi
Perpustakaan adalah Institusi pengelola informasi. Penyediaan informasi tergantung pada jenis perpustakaan. Pada perpustakaan Umum, Informasi yang sudah disediakan sering kali informasi lingkungan sekitar perpustakaan. Misalnya, perpustakaan menyediakan informasi tentang rumah ibadah sekitar perpustakaan, jadwal kereta api, bus, penerbangan, kapal laut, fasilitas kesehatan, objek wisata. Jadi, perpustakaan tidak saja menyediakan informasi tentang koleksinya, melainkan juga tentang informasi lingkungan sekitarnya.
Dalam kaitannya dengan Informasi, perpustakaan juga bertugas menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemakainya baik mengenai topik tertentu maupun informasi ringkas. Pertanyaan ini dijawab oleh bagian referensi atau rujukan yang selalu terdapat pada setiap perpustakaan. Koleksi bagian referensi ini biasanya buku rujukan, artinya buku yang digunakan untuk memberikan informasi secara cepat, tepat dan murah.
Jika selama ini perpustakaan sebagai salah satu sumber dan mengelola informasi masih bersifat “layanan sosial”, namun tetap saja masih sepi pengunjung, maka dimungkinkan karena masih banyak orang yang kurang menyadari arti pentingnya sebuah perpustakaan, atau bahkan sebenarnya di perpustakaan kurang tersedia apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh pemakai, sehingga orang cenderung kurang tertarik untuk datang ke perpustakaan.
Untuk menjadikan perpustakaan dan mampu mengelola informasi bernilai ekonomis dan menjadikan komoditas ekonomi bukanlah sebuah mimpi belaka, karena apabila perpustakaan dapat berkembang dengan baik dan masyarakat telah berkembang menjadi masyarakat informasi maka hal-hal atau informasi tertentu di perpustakaan mungkin akan dapat bernilai ekonomis.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan perpustakaan belum dapat berkembang dan masih belum bisa berdiri sendiri, diantaranya adalah :
1)Pengelola Perpustakaan, Perpustakaan belum mampu menyediakan sumber informasi yang berkembang dan dibutuhkan oleh pemakai dan melayani masyarakat pemakai dengan lebih profesional, kemudian mampu bersaing dengan lembaga-lembaga yang bergerak dalam bidang jasa informasi lainnya. Sebagai pusat penelitian, lembaga demograf dan pusat data bisnis. Pengelola perpustakaan harus dapat menempatkan posisinya secara tepat, kemudian menjawab pertanyaan mengenai status organisasi, sumber daya manusia, sumber informasi, sumber fisik dan sumber anggaran serta promosi dan publikasi yang memadai. Jika semua itu terpenuhi dengan baik, maka separuh persoalan telah terjawab.
2)Sumber Infomasi, Faktor yang kedua mengenai kemampuan memilih, menghimpun/mengadakan dan menyajikan informasi kepada pemakai, tentang apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
3)Masyarakat Pemakai, Untuk persoalan yang ketiga adalah dalam hal mengembangkan citra yang baik dan bagaimana membangun persepsi, respons, minat serta memotivasi.

Ilmu Sosial dan Humaniora
Humaniora, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah ilmu-ilmu pengetahuan yang di anggap bertujuan membuat manusia lebih manusiawi, dalam arti membuat manusia lebih berbudaya. Humaniora mencakup bahasa, ilmu bahasa, kesusastraaan, pendidikan, sejarah, ilmu hukum, filsafat , arkeologi, seni, dan ilmu-ilmu sosial yang mempunyai isi yang humanistik. Pada proses pengembangannya, ilmu-ilmu rumpun pertama cukup mandiri karena masing-masing tidak begitu ketara mempengaruhi baik subject matter (pokok persoalan) ataupun pendekatannya .  Tidak demikian halnya dengan imu-ilmu ada dua rumpun lainnya, yaitu ilmu sosial dan humaniora. Keduanya “saling berebut” subject matter, bahkan ada kalanya pendekatan dari satu ilmu tertentu di ambil atau di serap oleh ilmu lainnya.
Ilmu sosial (budaya) dan ilmu humaniora sama-sama menjadikan manusia beserta praktiknya yang menghasilkan dinamika gejala sosial sebagai subject matter . karena, kemiripan ini, humaniora dan ilmu sosial di bandingkan secara bersamaan sebagai ilmu sosial kemanusiaan.
Hubungan nya ilmu perpustakaan dan informasi dengan ilmu sosial dan humaniora merupakan keduanya memiliki ilmu sosial kemanusiaan yang saling terhubung. Karena keduanya sama-sama mencakup ilmu bahasa, kesusastraaan, pendidikan, dan sebagainya.. 



Daftar Pustaka
Jonner Hasugian. 2009. Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Medan. USU Press.
Wiji Suwarno. 2016. Organisasi Informasi Perpustakaan (Pendekatan Teori dan Praktik). Jakarta. Rajawali Press.

4 komentar: