NAMA : ANNISA BAHAGIA
NIM : 0601171017
SEM/JUR : IV/ILMU PERPUSTAKAAN
MATA KULIAH :
SUMBER INFORMASI SOSIAL DAN HUMANIORA
SUMBER INFORMASI SOSIAL DAN HUMANIORA
Ilmu
perpustakaan dan Informasi
Sulistyo Basuki
(1993) Menyatakan perbedaan diantara ilmu perpustakaan dan ilmu informasi
terletak pada sejarah, objek, misi dan pengembangan teori serta metode yang
digunakannya. Ilmu perpustakaan lebih menekankan kepada pengelolaan dokumen,
sedangkan ilmu informasi lebih menekankan pada informasi yang terdapat dalam
dokumen. Sebagai contoh dalam pengelolaan dokumen jurnal/majalah, perpustakaan
lebih konsen pada pengelolaan fisik jurnal/majalah dimana akan dicatat, judul,
penerbit, ISSN, kala terbit, nomor dan sebagainya. Sedangkan, ilmu Informasi
akan menekankan pada informasi yang terdapat pada majalah tersebut.
Dalam Undang-Undang
No.43 Tahun 2007 tentang perpustakaan Bab I pasal 1 dinyatakan bahwa
Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak,
dan/atau karya rekam secara professional dengan sistem yang baku guna memenuhi
kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para
pemustaka.
Secara tradisional,
perpustakaan sering disebut sebagai sebuah koleksi (kumpulan) buku dan majalah.
Memang, pada awalnya koleksi perpustakaan semuanya berupa bahan tercetak atau
berbasis kertas. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, dengan penemuan
media lain selain buku yang dapat menyimpan atau merekam informasi, maka
perpustakaan tidak lagi hanya mengelola buku (bahan tercetak) akan tetapi juga
menyimpan dan menyediakan akses ke berbagai media penyimpanan informasi
(dokumen) lainnya seperti : Mikrofilm, tape audio, CD, CD-ROM, disk, tape
video, DVD dan sebagainya.
Sumber
Informasi
Perpustakaan adalah
Institusi pengelola informasi. Penyediaan informasi tergantung pada jenis
perpustakaan. Pada perpustakaan Umum, Informasi yang sudah disediakan sering
kali informasi lingkungan sekitar perpustakaan. Misalnya, perpustakaan
menyediakan informasi tentang rumah ibadah sekitar perpustakaan, jadwal kereta
api, bus, penerbangan, kapal laut, fasilitas kesehatan, objek wisata. Jadi,
perpustakaan tidak saja menyediakan informasi tentang koleksinya, melainkan
juga tentang informasi lingkungan sekitarnya.
Dalam kaitannya
dengan Informasi, perpustakaan juga bertugas menjawab pertanyaan yang diajukan
oleh pemakainya baik mengenai topik tertentu maupun informasi ringkas. Pertanyaan
ini dijawab oleh bagian referensi atau rujukan yang selalu terdapat pada setiap
perpustakaan. Koleksi bagian referensi ini biasanya buku rujukan, artinya buku yang
digunakan untuk memberikan informasi secara cepat, tepat dan murah.
Jika selama ini
perpustakaan sebagai salah satu sumber dan mengelola informasi masih bersifat “layanan
sosial”, namun tetap saja masih sepi pengunjung, maka dimungkinkan karena masih
banyak orang yang kurang menyadari arti pentingnya sebuah perpustakaan, atau
bahkan sebenarnya di perpustakaan kurang tersedia apa yang sesungguhnya
dibutuhkan oleh pemakai, sehingga orang cenderung kurang tertarik untuk datang
ke perpustakaan.
Untuk menjadikan
perpustakaan dan mampu mengelola informasi bernilai ekonomis dan menjadikan
komoditas ekonomi bukanlah sebuah mimpi belaka, karena apabila perpustakaan
dapat berkembang dengan baik dan masyarakat telah berkembang menjadi masyarakat
informasi maka hal-hal atau informasi tertentu di perpustakaan mungkin akan
dapat bernilai ekonomis.
Ada beberapa faktor
yang menyebabkan perpustakaan belum dapat berkembang dan masih belum bisa
berdiri sendiri, diantaranya adalah :
1)Pengelola
Perpustakaan, Perpustakaan belum mampu menyediakan sumber informasi yang
berkembang dan dibutuhkan oleh pemakai dan melayani masyarakat pemakai dengan
lebih profesional, kemudian mampu bersaing dengan lembaga-lembaga yang bergerak
dalam bidang jasa informasi lainnya. Sebagai pusat penelitian, lembaga demograf
dan pusat data bisnis. Pengelola perpustakaan harus dapat menempatkan posisinya
secara tepat, kemudian menjawab pertanyaan mengenai status organisasi, sumber
daya manusia, sumber informasi, sumber fisik dan sumber anggaran serta promosi
dan publikasi yang memadai. Jika semua itu terpenuhi dengan baik, maka separuh
persoalan telah terjawab.
2)Sumber
Infomasi, Faktor yang kedua mengenai kemampuan memilih, menghimpun/mengadakan
dan menyajikan informasi kepada pemakai, tentang apa yang dibutuhkan oleh
masyarakat.
3)Masyarakat
Pemakai, Untuk persoalan yang ketiga adalah dalam hal mengembangkan citra yang
baik dan bagaimana membangun persepsi, respons, minat serta memotivasi.
Ilmu
Sosial dan Humaniora
Humaniora, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah ilmu-ilmu pengetahuan yang di anggap
bertujuan membuat
manusia lebih
manusiawi, dalam arti membuat manusia lebih berbudaya. Humaniora mencakup bahasa, ilmu bahasa,
kesusastraaan, pendidikan, sejarah, ilmu hukum, filsafat , arkeologi, seni, dan
ilmu-ilmu sosial yang
mempunyai isi yang humanistik. Pada proses pengembangannya, ilmu-ilmu rumpun pertama cukup mandiri karena
masing-masing tidak
begitu ketara mempengaruhi baik subject
matter (pokok persoalan) ataupun pendekatannya . Tidak demikian halnya dengan imu-ilmu ada dua rumpun lainnya, yaitu ilmu
sosial dan humaniora. Keduanya “saling berebut” subject matter, bahkan ada kalanya pendekatan dari satu ilmu
tertentu di ambil atau di serap oleh ilmu lainnya.
Ilmu sosial (budaya) dan ilmu humaniora sama-sama menjadikan manusia beserta
praktiknya yang
menghasilkan dinamika gejala sosial sebagai subject
matter . karena,
kemiripan ini, humaniora dan ilmu sosial
di bandingkan
secara bersamaan sebagai ilmu sosial kemanusiaan.
Hubungan nya ilmu perpustakaan dan informasi dengan ilmu sosial dan humaniora merupakan keduanya memiliki ilmu sosial kemanusiaan yang saling terhubung. Karena keduanya sama-sama mencakup ilmu bahasa, kesusastraaan, pendidikan, dan sebagainya..
Hubungan nya ilmu perpustakaan dan informasi dengan ilmu sosial dan humaniora merupakan keduanya memiliki ilmu sosial kemanusiaan yang saling terhubung. Karena keduanya sama-sama mencakup ilmu bahasa, kesusastraaan, pendidikan, dan sebagainya..
Daftar
Pustaka
Jonner Hasugian. 2009. Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Medan. USU Press.
Wiji Suwarno. 2016. Organisasi
Informasi Perpustakaan (Pendekatan Teori dan Praktik). Jakarta. Rajawali Press.
Waaaah
BalasHapusWow hebat ✅
BalasHapusDaebak👏👍👍
BalasHapusBikin cerpen wonu kak next yaa camingsun
BalasHapus